Selasa, 24 Juli 2012

MICE SKY LINE BLOCK

PBU 6
KELOMPOK :
  1.    AYU ANDINI                       2010145008
  2.   NUR HALIMAH                  2010145017
  3. ADINDA PUTRI PALUPI    2010145018
TUGAS MICE
SKY LINE BLOCK

Regional Scientific Meeting akan diselenggarakan di Jakarta selama 4 hari 3 malam.
Jumlah partisipan 90 orang, selama 4 hari
        Ketua Pelaksana                     : Mr. Munos Parmono
Ketua Ikatan Ahli Geologi        : Mr. Raul Punjabi
General Manager Sky Line       : Mr. Ross Russel

1.     Ruang sidang yang disiapkan Sky Line Block Convention Center untuk 4 komite
a.      Pengaturan ruang
1)      Ambassador Room
komite 1 dengan 23 peserta beserta peninjau
2)      Governer Room
komite 2 dengan 23 peserta beserta peninjau
3)      Regent Room
komite 3 dengan 22 peserta beserta peninjau
4)      Parliament Room
komite 4 dengan 22 peserta beserta peninjau
Layout ruang pertemuan adalah hollow square agar para peserta meeting dapat berkomunikasi dengan baik satu dengan yang lainnya.

b.      Alat dan fasilitas penunjang
Big screen,  LCD  Table mic, Wireless mic,Speaker,Note pad, Leather pad, Pen,Flip chart + marker
Chairs with requested cover colors,Tables with requested cover colors,Flowers in every tables
Aqua + water goblet, Candy + candy glass, Full AC, Internet Connnection, Cover glass and coaster glass
 Restroom / toilet, Parking area

2.     Accomodation, Menu Planning, Special Request
a.  Accomodation
Accomodation di Ritz-Carlton Kuningan (*****)
 Jl. Lingkaran Mega Kuningan Kav E 1.1 No. 1, Jakarta, Indonesia
 Phone (021) 2551 8888

Room Alocation :
ROOM TYPE
NUMBER
REMARKS
Junior Suite Room
2
Mr. Munos Pramono, Mr. Raul Punjabi
Twin Deluxe Room
55
90 anggota tetap, 20 peninjau
Double Deluxe Room
7
14 peninjau

b. Menu Planning
Coffee Break : Coffee and Tea + 3 snacks (Chocolate Fudge, Apple Pie and Fried Wonton)
 Breakfast
*Salad*
Cocktail Salad
*Soup*
Asparagus Soup
*Main Course*
Chicken cordon blue
*Dessert*
Ice cream two toping
*Drinks*
Coffee or tea


 Lunch
*Salad*
Samosa thai sauce
*Soup*
Chicken clear soup
*Main Course*
Middlion of beef w/ bbq sauce
*Dessert*
Chocolate moose
*Drinks*
Coffee or tea


  Dinner
*Salad*
Greak salad
*Soup*
Mashroom soup
*Main Course*
Roast salmon with mango sauce
*Dessert*
Traffule cake
*Drinks*
Coffee or tea



     c. Special Request (diet)
  •  Makanan yang dimasak diolah tanpa menggunakan MSG
  •         Minyak yang digunakan non kolesterol
  •       Bahan makanan harus higienis
  •          Menghindari makanan yang diolah dengan digoreng, lebih baik makanan yang direbus atau di steam
 Coffee Break : Coffee and tea + 3 snacks ( Vegetable samosa, oat cookies, banana cake
   Breakfast
*Salad*
Green Salad
*Soup*
Pumpkin Soup
*Main Course*
Chicken roasted w/ mashed potatoes
*Dessert*
Pancake kentang
*Drinks*
Fresh juice


  Lunch
*Salad*
Fruit salad
*Soup*
Vegetable clear soup
*Main Course*
Stemed seabass w/ lemon sauce
*Dessert*
Fresh fruit
*Drinks*
Coffee or tea

 Dinner
*Salad*
Chicken and vegetables salad
*Soup*
Hungarian goulash soup
*Main Course*
Roast salmon with lemon sauce
*Dessert*
Pudding jagung
*Drinks*
Green tea


  3.Rencana kegiatan rekreasi yang akan diadakan:
 Kunjungan ke Taman Buah Mekarsari di daerah Cileungsi
Hal ini dikarenakan peserta meeting membutuhkan refreshing dan Taman Buah mekarsari akan memberikan kesegaran dan suasana yang menyenangkan setelah jenuh menghadapi meeting. Mereka juga dapat menikmati secara langsung buah yang dipetik oleh mereka sendiri. Dapat juga menjadi salah satu bahan penelitian mereka apabila ada hal yang menarik perhatian mereka di Taman Buah Mekarsari. Dan selain itu para peserta juga di beri fasilitas untuk menikmati outbond untuk memacu adrenaline dan kebersamaan dan kekompakan dari para peserta maupun sekretaris atau keluarga yang di bawanya.
4. Rencana – rencana lain
     Rencana – rencana lain yang dapat dilakukan di Sky Line Block Convention Center, diantaranya:
a.  Penyajian musik tradisional  dan tarian – tarian tradisional khas Indonesia yang dilakukan pada saat acara pembukaan, pada saat coffee break dan pada saat lunch agar para peserta tidak bosan.
b. Desain ruangan yang simple namun terkesan elegan membuat para peserta merasa nyaman saat meeting berlangsung dan semua fasilitas yang mendukung.
c.   Pembagian souvenir yang berhubungan dengan ilmu geologi dan souvenir khas Indonesia dan Mengadakan door prize setiap event yang diselenggarakan di sky line block
d.  Acara tour yang akan dilaksanakan ke Kebun Raya Bogor yang diikuti oleh seluruh peserta dan rundown acara yang menarik
5. Hal-hal yang dapat diperhatikan untuk memilih Sky Line Block Convention Center
a.  Sky Line Block terletak di daerah Jakarta Selatan yang merupakan salah satu pusat bisnis di      Jakarta
b. Sky Line Block dekat dengan hotel-hotel yang dapat digunakan sebagai akomodasi tamu-tamunya
c. Shuttle bus maupun kendaraan lain sesuai dengan keinginan tamu dapat dipenuhi oleh pihak Sky Line Block karena bekerja sama dengan transportasi ternama yaitu Blue Bird Group
d. Desain dan tema ruangan dapat disesuaikan dengan keinginan tamu
e. Harga dapat dinegosiasi dan tamu akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti menginap gratis di salah satu hotel yang bekerjasama dengan Sky Line Block
f. Menu yang ditawarkan beragam dan sudah termasuk menu-menu khusus seperti menu diet
g. Bidang kebersihan dan keamanan dijamin karena bekerjasama dengan dinas kebersihan dan keamanan resmi dari Pemerintah.


Minggu, 01 Juli 2012

Selamat Datang Ramadhan

Puasa Ramadhan



قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِى بِهِ. وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ ، وَلاَ يَسْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ. وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ،لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ (رواه البخاري)
Sabda Rasulullah saw : “Allah swt berfirman : Semua perbuatan keturunan Adam adalah untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untukku, dan Aku yg mengganjarnya (amal puasa mempunyai kekhususan disisi Allah swt). Dan puasa adalah perlindungan, maka jika dihari puasa diantara kalian, jangan ia mencaci, jangan pula berbicara dg ucapan buruk, jika ada seseorang yg mencacinya, atau mengancamnya, maka katakan : Sungguh aku orang yg sedang berpuasa, Dan Demi Yang diri Muhammad (saw) ini dalam genggaman Nya (Allah swt), sungguh bau yg tidak sedap dari bibir orang yg berpuasa lebih wangi disisi Allah swt dari wangi misik terwangi, Dan bagi yg berpuasa itu dua kegembiraan, gembira saat berbuka dan gembira saat berjumpa dengan Tuhannya (swt) ia gembira dengan puasanya” (Shahih Bukhari) 


فَحَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Membuka kelembutan dan kasih sayangNya di malam-malam terluhur dalam setiap tahunnya, di hari-hari yang paling mulia dari hari-hari lainnya, yaitu hari-hari agung di bulan Ramadhan dan malam-malam luhur di bulan Ramadhan, dimana tersimpan padanya rahasia kemuliaan Al qur’an yang mana awalnya merupakan rahasia pembuka segala rahmat Ilahi, dan pertengahannya adalah pengampunan Allah subhanahu wata’ala yang berlimpah, serta pembebasan dari api neraka di akhirnya. Sungguh selayaknya ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berbahagia karena telah mendapatkan anugerah yang berlimpah berupa bulan luhur, bulan yang paling agung dari semua bulan, yaitu bulan Ramadhan yang sangat termuliakan, sehingga pahala dari setiap perbuatan hamba-hamba Allah subhanahu wata’ala di siang dan malamnya dilipatgandakan. Dan hadits yang telah kita baca, yang merupakan hadits qudsi Allah subhanahu wata’ala berfirman :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
“ Setiap amal perbuatan keteurunan Adam adalah untuk dirinyakecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku (Allah) dan Aku yang akan membalasnya”
Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fath Al Bari mensyarahakan bahwa makna hadits tersebut dengan menukil ucapan Al Imam Malik dalam kitabnya Al Muwattha’ dan para imam lainnya bahwa Allah subhanahu wata’ala ingin menyampaikan kepada kita bahwa ibadah puasa memiliki keutamaan lebih dibanding ibadah lainnya, dimana Allah subhanahu wata’ala melipatgandakan pahala amal perbuatan lainnya menjadi 10 hingga 700 kali lipat bahkan lebih, namun untuk ibadah puasa Allah tidak menyerahkan kepada malaikat untuk menilainya, akan tetapi Allah subhanahu wata’ala yang akan langsung memberi balasannya yang tanpa perhitungan lagi dan tentunya lebih dari 700 kali lipat, demikianlah rahasia keluhuran ibadah puasa. Di bulan Ramadhan pahala minimal dari setiap amal perbuatan adalah 10 kali lebih besar dari yang kita lakukan hingga 700 kali lipat dari yang kita perbuat, selain ibadah puasa baik berupa shalat wajib, shalat sunnah, membaca Al qur’an dan lainnya, sehingga jika seseorang menghatamkan Al qur’an di bulan Ramadhan maka seakan-sekan ia menghatamkan Al qur’an 10 kali atau 700 kali di bulan lainnya, demikian juga dengan ibadah yang lainnya selain puasa. Sehingga bulan Ramadhan ini disebut bulan 1000 sujud, karena di bulan ini ummat Islam dari kalangan Ahlu sunnah waljama’ah melakukan shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dan ditambah 3 raka’at shalat witir di setiap malamnya, dimana dalam setiap raka’at terdapat 2 sujud sehingga dalam 20 rakaat terdapat 40 sujud setiap malamnya dan dilakukan selama 30 malam, maka jumlah sujud dalam shalat tarawih saja selama bulan Ramadhan adalah 1200 sujud lebih dari 1000 sujud dan belum lagi termasuk sujud dalam shalat witir dan shalat sunnah lainnya,dan jumlah tersebut dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali lipat, itu dalam sekali Ramadhan dan berapa kali Ramadhan yang telah kita lewati, sungguh betapa Maha Dermawan Allah subhanahu wata’ala yang telah memuliakan hamba-hambaNya dengan bulan luhur ini. Dan juga aka nada lagi pahala agung yang Allah siapkan pada satu malam puncak keluhuran yaitu Lailatul Qadr, dimana ibadah di malam lebih baik daripada ibadah 1000 bulan. Adapun untuk beribadah pada malam Lailatul Qadr tidak harus menanti waktu tertentu, karena yang menanti waktu tertentu itu adalah saa’ah Al Ijabah ( Waktu-waktu dikabulkannya doa), di hari Jum’at misalnya terdapat waktu-waktu tertentu dimana doa di waktu itu tidak akan ditolak oleh Allah subhanahu wata’ala ketika itu. Adapun Lailatul Qadr tidak dibatasi waktu tertentu seperti saa’ah al ijaabah yang lainnya akan tetapi Lailatul Qadr dimulai dari terbenamnya matahari di malam itu hingga terbitnya fajar. Dan ibadah puasa akan dibalas langsung oleh Allah subhanahu wata’ala karena puasa merupakan satu-satunya ibadah yang jauh dari sifat riya’, dimana puasa tidak terlihat oleh orang lain sebagaimana ibadah lainnya seperti shalat, kecuali puasa di bulan Ramadhan karena semua orang diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan, akan tetapi puasa sunnah pada selain bulan Ramadhan, seseorang yang berpuasa tidak akan diketahui bahwa ia sedang berpuasa apabila orang tersebut tidak memberitahukan bahwa ia sedang berpuasa, maka ibadah yang paling suci dan mudah untuk mencapai ikhlas adalah ibadah puasa sehingga pahalanya pun sangat agung di sisi Allah subhanahu wata’ala. Kemudian dalam hadits tadi disebutkan :
الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ ، وَلاَ يَسْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ
Al Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa makna جُنَّةٌ adalah sebuah perlindungan dan benteng dari api neraka dan murkaan Allah subhanahu wata’ala. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk menjaga puasa kita agar sempurna, yaitu ketika seseorang berpuasa maka ia tidak mengucapkan kalimat-kalimat yang kotor dan buruk, seperti mencaci maki, menghina dan lainnya. Adapun kalimat فَلاَ يَرْفُثْ dalam hadits tersebut mempunyai beberapa makna diantaranya adalah larangan berjimak di siang hari bulan Ramadhan, dan makna yang lain adalah larangan mengumpat atau mencaci maki dan lainnya dari mengucapkan kalimat-kalimat yang buruk. Mengucapkan hal-hal yang buruk, seperti mencaci maki, mengumpat dan lainnya di selain bulan puasa dan dalam keadaan orang tidak berpuasa pun hal tersebut dilarang, namun karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan kita agar lebih sempurna lagi dalam menjalani puasa di bulan Ramadhan, maka beliau melarang kita untuk berucap kalimat-kalimat yang buruk selama bulan Ramadhan. Kemudian disebutkan dalam hadits ini disebutkan jika seseorang mencacinya (orang yang sedang berpuasa) atau menantangnya dengan cara berkelahi atau yang lainnya baik di bulan Ramadhan atau selainnya, maka disunnahkan baginya untuk mengatakan :
إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ
“ Sesungguhnya aku sedang berpuasa”
Akan tetapi jika seseorang telah membahayakan nyawa kita dan kita terjebak di dalamnya sedangkan kita dalam keadaan berpuasa, maka dalm hal seperti ini sudah seharusnya bagi kita untuk membela diri karena hal demikian diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana juga Badr Al Kubra yang terjadi di bulan Ramadhan dimana kaum muslimin ingin membela diri dan agama mereka. Al Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa kalimat إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ ini mencakup atau diucapkan untuk kedua fihak yaitu orang yang dicaci dan orang yang mencaci, karena kalimat ini layak diucapkan untuk yang dicaci agar menenangkan dirinya, dan layak pula diucapkan kepada orang yang mencaci atau menantangnya yang menunjukkan bahwa ia tidak akan melayaninya karena ia dalam keadaan berpuasa, sebagaimana dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk mengucapkan :
إِنِّي صَائِمٌ إِنِّيْ صَائِمٌ
“ Sesungguhnya aku berpuasa, sesungguhnya aku berpuasa”
Kalimat yang pertama diucapkan untuk dirinya sendiri, sedangkan kalimat yang kedua diucapkan untuk orang yang mengganggunya, dan hal ini lebih sempurna menurut pendapat jumhur ulama’, namun jika hanya diucapkan sekali saja maka diniatkan untuk keduanya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“ Demi jiwa Muhammad yang berada di dalam genggaman-Nya (Allah), sungguh bau mulut seorang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada aroma misk, dan bagi yang berpuasa terdapat 2 kebahagiaan, yaitu ketika berbuka puasa ia gembira, dan ketika bertemu dengan Rabb nya (Allah) ia gembira karena puasanya”
Bukan berarti maksud dari kalimat tersebut bahwa Allah subhanahu wata’ala menyukai aroma yang tidak sedap, namun karena Allah subhanahu wata’ala Maha Mengetahui bahwa orang yang berpuasa itu akan menahan bau yang tidak sedap dari mulutnya, namun ia bersabar menahan dirinya untuk tetap tidak makan atau minum agar bau tidak sedap hilang dari mulutnya karena ingin mencapai kesempurnaan puasanya demi ridha Allah subhanahu wata’ala, sehingga hal itu di sisi Allah subhanahu wata’ala lebih wangi daripada aroma misk. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani menjelaskan dalam pendapat lainnya bahwa kelak di hari kiamat orang yang banyak berpuasa akan mendapatkan bau yang sangat wangi keluar dari mulutnya, sebagaimana para syuhada’ mereka akan mendapatkan bau yang sangat wangi dari darah yang keluar dari luka-lukanya kelak di hari kiamat. Kemudian disebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yaitu kegembiraan di saat ia berbuka puasa, dimana bagi tingkatan puasa kalangan orang awam (orang umum) kegembiraan itu didapatkan karena ia telah diperbolehkan untuk makan dan minum setelah sehari penuh menahan lapar dan haus, adapun bagi tingkatan puasa orang-orang khusus bahwa kegembiran itu dikarenakan puasa mereka sempurna hingga terbenam matahari. Adapun kegembiraan yang kedua adalah disaat orang yang berpuasa itu kelak berjumpa dengan Allah subhanahu wata’ala. Demikian rahasia keluhuran yang kita ambil dari hadits yang agung nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan kita ketahui bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al qur’an, karena rahasia kemuliaan Al qur’an terbit pada malam 17 Ramadhan. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu dengan berbagai cara, diantaranya dengan adanya suara yang bergemirincing dan hal itu merupakan sesuatu yang sangat berat bagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dan terkadang dengan datangnya malaikat Jibril yang membawakan wahyu tersebut. Dan diiriwayatkan dalam Shahuh Al Bukhari bahwa sayyidah Aisyah Ra berkata ketika turun wahyu kepada Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam di waktu cuaca yang sangat dingin, maka akan mengalir keringat yang deras dari dahi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan tubuh beliau berubah menjadi panas, karena dahsyatnya kewibawaan turunnya firman-firman Allah kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan dalam riwayat Shahih Muslim sayyidina Abu Hurairah Ra berkata : “Tidak seorang pun dari kami (sahabat) berani mengangkat kepala untuk memandang wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di saat turunnya ayat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam”, karena ketika itu wajah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpijar dengan cahaya rabbani yang membuat seluruh mata tertunduk dari rahasia kewibawaan Allah subhanahu wata’ala yang terbit disaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan wahyu-wahyu Allah yang baru turun kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa tanda-tanda sebelum turunnya wahyu yang pertama kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan datangnya mimpi yang berkelanjutan, dimana beliau selalu bermimpi melihat cahaya terbitnya fajar atau seakan-akan cahaya matahari yang akan terbit, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lebih menyukai untuk khalwat (menyendiri) dan lebih sering dilakukan di gua Hira, di saat itu beliau di usia 39 tahun, sehingga meninggalkan kesibukan yang biasa beliau lakukan seperti berdagang, namun ketika usia beliau akan memasuki 40 tahun beliau semakin banyak menyukai khalwat (menyendiri) di gua Hira’ kemudian kembali ke rumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hingga waktu yang telah ditentukan untuk diturunkan kepada beliau cahaya Yang Maha Benar Allah subhanahu wata’ala, maka ketika itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melihat malaikat Jibril As berada di antara langit dan bumi yang memperlihatkan sosok yang sebenarnya, bukan berwujud manusia tetapi berwujud malaikat yang sebenarnya kemudian berkata : “Wahai Muhammad, ini Jibril”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menghindar dan ketika beliau berada dalam keramaian maka malaikat Jibril tidak lagi terlihat, namun ketika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan sendiri malaikat Jibril kembali terlihat oleh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka malaikat Jibril terus mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi dan tetap berada di antara langit dan bumi seraya berkata : “Wahai Muhammad, (ini) Jibril”, maksudnya adalah telah tiba waktunya untuk turun wahyu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga beliau menghindar dan memasuki gua Hira, maka ketika itu malaikat Jibril As turun ke gua Hira kemudian malaikat Jibril As berkata : إقرأ ( Bacalah), namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : مَا أَنَا بِقَارِئٍ ( Aku tidak bisa membaca/ apa yang harus aku baca), maka malaikat Jibril As kemudian memeluk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga disebutkan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hampir tidak bisa bernafas dari eratnya pelukan malaikat Jibril. Dalam hal ini sebagian ulama’ menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dipeluk sedemikian eratnya oleh malaikat Jibril dikarenakan malaikat Jibril sangat gembira telah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah menahan kerinduan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selama ribuan tahun sejak malaikat Jibril As diciptakan, karena telah dikabarkan oleh Allah subhanahu wata’ala bahwa akan tiba suatu waktu ia diutus kepada nabi akhir zaman, semulia-mulia makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala, sehingga ketika malaikat Jibril bertemu dengan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, ia memeluk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan seerat-eratnya. Kemudian malaikat Jibril melepaskan pelukannya dan kembali berkata : “Bacalah”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Aku tidak bisa membaca/ apa yang harus aku baca”, maka malaikat Jibril kembali memeluk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dijelaskan oleh para ulama’ bahwa malaikat Jibril gembira sekali mendenagr indahnya suara nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dalam riwayat Shahih Al Bukhari bahwa salah seorang berkata : “Aku tidak pernah mendengar suara yang lebih indah dari suara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Kemudian untuk yang ketiga kalinya malaikat Jibril kembali memeluk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ، خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ، اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ، الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ( العلق : 1-5 )
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” ( QS. Al ‘Alaq : 1-5)
Lima ayat tersebut adalah ayat yang pertama turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditinggal oleh malaikat Jibril As dan setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam turun dari gua Hira dan mendatangi istri beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sayyidah Khadijah Ra dalam keadaan gemetar dari rahasia kewibawaan firman Allah subhanahu wata’ala yang pertama kali turun kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang mana hal itu terjadi pada malam 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali ke rumah beliau dan menemui sayyidah Khadijah Ra, lalu sayyidah Khadijah membawa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam kepada anak pamannya, Waraqah Bin Naufal yang mana ia adalah seorang Rahib agama Nasrani. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan kepadanya akan hal yang telah terjadi, lalu Waraqah berkata : “ Seandainya aku masih hidup ketika engkau dianiaya dan diusir oleh kaummu dari wilayahmu, sungguh aku akan menjadi pembela dan penolongmu”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : “Apakah aku akan terusir oleh kaumku?”, kemudian Waraqah bin Naufal berkata : “Tidak seorang pun yang mengalami kejadian seperti ini, kecuali pasti akan terusir oleh kaumnya serta dimusuhi, dan jika aku mendapati masa itu sungguh aku akan menjadi pendukung dan penolongmu”, namun setelah beberapa lama Waraqah pun wafat. Sehingga sebagian pendapat mengatakan bahwa Waraqah adalah orang yang pertama kali beriman, karena telah mengakui kenabian sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan dialah orang pertama yang mengetahui hal tersebut sebelum orang lain mengetahuinya, namun sebagian ulama’ tidak membenarkan hal tersebut karena ia belum mengucapkan kalimat syahadah dihadapan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan setelah kejadian tersebut firman Allah tidak lagi turun kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga waktu yang dikehendaki Allah subhanahu wata’ala, dimanan malaikat Jibril As kembali lagi terlihat dengan wujud yang aslinya untuk kedua kalinya, sebagaimana yang teriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika itu malaikat Jibril terlihat duduk di atas kursi di antara langit dan bumi dan terus mendekati nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam rumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata kepada sayyidah Khadijah Ra :
زَمِّلُوْنِيْ زَمِّلُوْنِيْ
“ Selimuti aku, selimuti aku”
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diselimuti, lalu turunlah surat Al Muddatssir ayat 1-5 :
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ، قُمْ فَأَنْذِرْ، وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ، وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ، وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ( المدثر : 1-5 )
“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah”. ( QS. Al Muddatssir : 1-5)
Ayat tersebut merupakan wahyu kedua yang turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan di saat itu adalah bulan Rabi’ Al Awal yang mana usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam genap 40 tahun. Demikian rahasia kebangkitan Risalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang diawali dengan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dilanjutkan dengan turunnya wahyu yang pertama ketika akhir usia beliau yang ke 39, kemudian wahyu yang kedua turun ketika usia beliau tepat mencapai 40 tahun, dan terus wahyu Allah subhanahu wata’ala turun kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau berjuang selama 13 tahun di Makkah, kemudian hijrah ke Madinah Al Munawwarah selama 10 tahun, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalakan Madinah dan kaum muslimin untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dan meninggalkan dunia namun rahasia keluhuran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sirna dari zaman ke zaman dan hingga malam hari ini kita masih berada dalam naungan cahaya kebangkitan risalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka malam 17 Ramadhan adalah malam pertama diturunkannya ayat-ayat Al qur’an dan di malam itu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa untuk kemenangan Ahlu Badr Al Kubra yang terjadi pada tahun ke 2 H, kurang lebih 15 tahun setelah wahyu pertama (QS. Al ‘Alaq : 1-5 ) turun kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu pula Allah subhanahu wata’ala memuliakan bulan Ramadhan, yang mana di bulan inilah Allah subhanahu wata’ala memuliakan ummat ini dengan turunnya Al qur’an Al Karim, semoga Allah subhanahu wata’ala memuliakan kita dengan rahasia kemuliaan bulan Ramadhan.
Maka perindahlah siang-siang hari kita di bulan Ramadhan ini dengan puasa dan ibadah lainnya, serta hiasilah dan sempurnakan malam-malamnya dengan memperbanyak shalat tarawih dan membaca Al qur’an. Cukuplah bagi kita untuk melewati kehidupan kita ini dengan permainan, karena hakikat kehidupan dunia adalah permainan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ( الأنعام : 32 )
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”. ( QS. Al An’aam : 32 )
Seseorang yang memiliki akal sempurna tidak akan mau jika disebut sebagai pemain atau orang yang suka bermain, akan tetapi justru dalam kehidupan di dunia ini orang yang menjadi pemain adalah orang yang banyak beruntung di dunia dan mendapatkan banyak harta, seperti pemain sepak bola misalnya, ia bisa mendapatkan keberuntungan hingga triliunan dolar hanya karena memiliki keahlian sebagai pemain. Namun tentunya tujuan dari kehidupan kita di dunia bukan mengharapkan hal itu, akan tetapi yang kita dambakan agar Allah subhanahu wata’ala memberikan kecukupan dan kemudahan untuk setiap kebutuhan dalam kehidupan kita di dunia dan menjadikan kita untuk senantiasa mengingatNya, karena kehidupan kita di dunia adalah sebagai bekal untuk kehidupan kelak di akhirat, maka jalanilah kehidupan ini dengan banyak beribadah dan mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang, serta dengan mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar selalu mencukupkan segala kebutuhan kita baik yang zhahir dan bathin, serta mempermudah segala yang sulit dari setiap permasalahan kita, menyingkirkan segala masalah dan musibah kita dan menggantikannya dengan rahmat dan anugerah dariNya…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Kita terus berdoa untuk terlaksananya dan suksesnya acara kita pada malam 17 Ramadhan, Haul Ahlu Al Badr dan Doa malam Nuzul Al Qur’an, semoga acara ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wata’ala untuk kita, wilayah dan bangsa kita, serta bagi seluruh ummat Islam di barat dan timur. Dan telah kita sampaikan kepada guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad Al Hafizh untuk memberikan sambutan dari Tarim Hadramaut dalam acara tersebut melalui streaming dan beliau telah bersedia untuk hal itu. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan kemudahan kepada kita semua untuk hadir dalam acara ini, dan bagi yang tidak bisa hadir langsung dalam acara maka usahakan untuk ikut hadir melalui streaming, jika bisa dengan gambar atau hanya sekedar suara, agar kita ikut termuliakan dengan rantai agung yang mengikat kita dengan para Ahlu Al Badr radiyallahu ‘anhum, dimana mereka adalah golongan orang-orang yang termulia diantara ummat ini. Selanjutnya kita bertawassul kepada Ahlu Al Badr dan berdoa semoga Allah subhanahu wata’ala mengangkat segala permasalahan dan kesulitan dari kita dengan kemuliaan Ahlu Al Badr Radiyallahu ‘anhum, kemudian doa penutup oleh guru kita Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthas, yatafaddhal masykura.

 by : Majelis Rasulullah



Senin, 25 Juni 2012



ORIENTASI & PENEMPATAN
1.    PENGERTIAN PENEMPATAN
Penempatan merupakan penugasan kembali dari seorang karyawan pada sebuah pekerjaan baru.
Dalam kondisi kendala-kendala tertentu, tiga hal pokok keputusan penempatan karyawan baru adalah antara lain dalam rangka promosi, pengalihan, dan penurunan pangkat. Tiap keputusan seharusnya dilekatkan dengan orientasi dan tindak lanjut apakah penempatan disebabkan oleh penurunan jumlah karyawan, penggabungan (merger), akuisisi, atau perubahan internal dari kebutuhan penempatan staf. Hal ini penting dalam rangka jastifikasi penerapan fungsi koordinasi dengan adanya karyawan baru.
Tujuan penempatan pegawai adalah untuk menempatkan orang yang tepat dan jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga sumber daya manusia yang ada menjadi produktif. Hal ini sesuai dengan pendapat Memoria (1986), penempatan pegawai mengandung arti pemberian tugas tertentu kepada pekerja agar ia mempunyai kedudukan yang paling baik dan paling sesuai dengan didasarkan pada rekruitmen, kualifikasi pegawai dan kebutuhan pribadi.
Penempatan yang tepat merupakan cara untuk mengoptimalkan kemampuan, keterampilan menuju prestasi kerja bagi karyawan itu sendiri. Hal ini merupakan bagian dari proses pengembangan karyawan (employer development) dengan demikian pelaksanaanya harus memperhatikan prinsip efesiensi (kesesuaian antara keahlian yang dipersyaratkan dengan dimiliki oleh karyawan) sebagaimana yang ditulis oleh Milkovich dan Boudreau (1994) sebagai berikut : oleh karena penempatan karyawan dari dalam dan orientasi / pelatihan karyawan dipusatkan pada pengembangan karyawan yang ada secara ajeg, mereka harus memelihara keseimbangan  antara perhatian organisasi terhadap efesiensi (kesesuaian optimal antara skill dan tututan) dengan keadilan (mempersepsi bahwa kegiatan tersebut adalah adi, sah dan memberikan kesempatan merata).
Hal-hal yang terkait dalam penempatan meliputi sejarah, visi, misi, sasaran dan tujuan perusahaan, struktur organisasi, produk/jasa perusahaan, fasilitas-fasilitas dalam perusahaan, peraturan, tata tertib dan kebijakan perusahaan, buku pedoman karyawan (bila ada).

2.    PENGERTIAN ORIENTASI
Program orientasi karyawan baru adalah  program  yang bertujuan  memperkenalkan  tentang  kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan kerja di sekitar tempat kerja.
Setelah memperkerjakan para karyawan, perusahaan menyelenggarakan program orientasi formal. Berdasarkan yang ada, orientasi biasanya diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
a.    Orientasi organisasi, adalah memberitahu karyawan mengenai tujuan, riwayat, filosofi, prosedur dan pengaturan organisasi tersebut. Itu harus mencakup tunjangan kebijakan dan tunjangan SDM yang relevan seperti jam kerja, prosedur penggajian tuntutan lembur dan tunjangan.
b.    Orientasi unit kerja, adalah mengakrabkan karyawan itu dengan sasaran unit kerja tersebut, memperjelas bagaimana pekerjaannya menyumbang pada sasaran unit itu dan mencakup perkenalan dengan rekan-rekan kerja barunya.

TUJUAN ORIENTASI PEGAWAI ATAU KARYAWAN
Program Orientasi Karyawan Baru bertujuan untuk :
a.    Menyiapkan mental bagi karyawan baru dalam menghadapi peralihan suasana dari lingkungan pendidikan ke dunia kerja yang nyata
b.    Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok yang baru
c.    Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baru

Tujuan orientasi menurut Moekijat (1991:94) adalah sebagai berikut :
1.    Memperkenalkan pegawai baru dengan perusahaan
2.    Menghindarkan adanya kekacauan yang mungkin disebabkan oleh seorang pekerja baru ketika diserahi pekerjaan baru
3.    Memberi kesempatan pada pegawai untuk menanyakan masalah tentang pekerjaan mereka yang baru
4.    Menghemat waktu dan tenaga pegawai dengan memeberitahukan kepada mereka ke mana harus meminta keterangan atau bantuan dalam menyelesaikan masalah yang mungkin timbul
5.    Menerangkan peraturan dan ketentuan perusahaan sedemikian rupa sehingga pegawai baru dapat menghindarkan rintangan atau tindakan hukuman yang akan terjadi karena pelanggaran peraturan yang tidak mereka ketahui
6.    Memberikan pengertian kepada pegawai baru bahwa mereka adalah bagian yang penting di dalam sebuah organisasi
Orientasi yang efektif akan mencapai beberapa tujuan utama:
1.    Membentuk kesan yang menguntungkan pada karyawan dari organisasi dan pekerjaan.
2.    Menyampaikan informasi mengenai organisasi dan pekerjaan.
3.    Meningkatkan penerimaan antarpribadi oleh rekan-rekan kerja.
4.    Mempercepat sosialisasi dan integrasi karyawan baru ke dalam organisasi.
5.    Memastikan bahwa kinerja dan produktivitas karyawan dimulai lebih cepat.
6.    Usaha-usaha orientasi mengenai organisasi dan pekerjaan.
7.    Meningkatkan penerimaan antarpribadi oleh rekan-rekan kerja.
8.    Mempercepat sosialisasi dan integrasi karyawan baru ke dalam organisasi.
9.    Memastikan bahwa kinerja dan produktivitas karyawan dimulai lebih cepat.

MANFAAT ORIENTASI
a.    Mengurangi perasaan diasingkan, kecemasan, dan kebimbangan pegawai.
b.    Dalam waktu yang singkat dapat merasa menjadi bagian dari organisasi.
c.    Hasil lain untuk pegawai yang baru diorientasikan adalah :
a)    Cukup baik
b)    Tingkat ketergantungannya kecil
c)    Kecenderungan untuk keluar juga kecil
d)    Selanjutnya, program orientasi juga akan mempercepat proses sosialisasi

DAMPAK ORIENTASI
(Dikutip dari Academic of Management Journal : George F. Dreker, 1971), yaitu :
a.    turnover (keluar masuknya pegawai)
b.    productivity 
Kejadian pertama yang diamati pada suatu ruangan yang cukup sebagai berikut :
1.    Para pegawai baru dikumpulkan pada satu ruangan yang cukup luas
2.    Kemudian secara tepat mereka diberi informasi tentang perusahaan tersebut , upah, dan lain-lain
3.    Setelah itu mereka diturunkan kepada supervisor
4.    Kemudian mereka diminta untuk melaporkan apa-apa yang telah mereka dengar
5.    Setelah supervisor menerima laporan, kini giliran supervisor yang memberikan keterangan. Yang diberikan hanya dalam beberapa menit saja yaitu mengenalkan kepada para pegawai lama.
6.    Setelah itu mereka dibawa ke ruang kerja dengan perintah untuk minta petunjuk kepada pegawai lama yang ada di ruang kerja tersebut tentang bagaimana seharusnya mengerjakan tugas mereka.
7.    Kemudian mereka didudukkan di antara pegawai lama
8.    Lalu mereka disuruh praktik dan waktu yang diberikan tidak terlalu lama

Hasil yang dicapai dengan program orientasi pertama ini adalah
1.    Tingkat kecemasan pegawai baru meningkat
2.    Kemampuan untuk mempelajari hal-hal yang baru menjadi sangat renda
3.    Bahkan banyak yang tidak kembali lagi setelah makan siang
4.    Ada juga yang tidak mengambil upahnya hari itu
Kejadian kedua, bagian personalia mulai melakukan reaksi terhadap apa yang  terjadi, seperti berikut:
a)    Mulai merekrut pegawai lain dan juga melakukan penelitian tentang sebab terjadinya hal-hal seperti pada program orientasi pertama tadi
b)    Diadakan perpanjangan waktu
c)    Pada pagi hari diberi informasi tentang banyak hal, misalnya struktur, tujuan jangka panjang perusahaan, dan hal-hal lain yang sifatnya umum. Penjelasan dilakukan dan waktunya sekitar dua jam.
d)    Kemudia mereka diberi formulir (kalau bekerja disini apa yang mereka harapkan)
e)    Sasarannya menciptakan sikap positif dari para pegawai baru tersebut terhadap “Texas Instruments”
f)    Sebelum makan siang mereka diperkenalkan pada supervisor dan bersama dengan pegawai baru tersebut mereka makan bersama
g)    Setelah itu supervisor baru memperkenalkan kepada pegawai lama dari masing-masing unit kerja, juga kepada pegawai di Assembly Lines
Dari dua kejadian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.    pada program orientasi singkat : tingkat kecemasan meningkat sehingga kemampuan melakukan sesuatu berkurang, sehingga pegawai merasa tidak mampu dan keluar
b.    Pada program orientasi yang relatif lama : tingkat kecemasan mulai diredakan melalui berbagai kegiatan, sehingga tingkat kemampuan pegawai menjadi semakin baik dan keinginan untuk keluar pun menjadi berkurang.
Pendekatan orientasi yang patut dihindari adalah:
a)    Penekanan pada kertas kerja. Setelah mengisi berbagai barang yang dibutuhkan oleh departemen sumber daya manusia, para karyawan baru diberikan sambutan sepintas lalu. Selanjutnya mereka diarahkan kepada penyelianya langsung. Kemungkinan hasilnya: kalangan karyawan baru tidak merasa sebagai bagian dari perusahaan.
b)    Telaah yang kurang lengkap mengenai dasar-dasar pekerjaan. Suatu orientasi yang cepat dan dangkal, dan para karyawan baru langsung
ditempatkan di pekerjaan tenggelam ataupun mengap-mengap.
c)    Tugas-tugas pertama karyawan baru tidak signifikan, dimaksudkan untuk
mengajarkan pekerjaan “mulai dari dasar sekali”.
d)    Memberikan terlampau banyak informasi secara cepat merupakan suatu
keinginan yang baik, namun menjadi pendekatan yang mencelakakan,
menyebabkan para karyawan baru merasa kewalahan dan “mati lemas”.

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN ORIENTASI SECARA UMUM
1.    KEUNTUNGAN ORIENTASI
Usaha-usaha orientasi yang efektif juga berkontribusi terhadap keberhasilan jangka pendek dan jangka panjang. Praktik SDM sebagai berikut mengandung saran-saran mengenai bagaimana membuat orientasi karyawan lebih efektif. Beberapa studi penelitian dan survei atas pemberi kerja melaporkan bahwa sosialisasi dari karyawan-karyawan baru dan komitmen awal merka pada perusahaan secara positif dipengaruhi oleh orientasi. Sosialisasi ini meningkatkan “kecocokan antara orang-organisasi”, yang juga menguatkan pandangan- pandangan positif terhadap pekerjaan, rekan kerja, dan organisasi, para pemberi kerja telah menemukan nilai dari orientasi bahwa tingkat retensi karyawan akan lebih tinggi jika karyawan-karyawan baru menerima orientasi yang efektif. Bentuk pelatihan ini juga berkontribusi pada kinerja organisasional secara keseluruhan ketika para karyawan lebih cepat merasa sebagai bagian dari organisasi dan dapat mulai berkontribusi dalam usaha-usaha kerja organisasional.
Satu cara untuk mengembangkan efisiensi dari orientasi adalah melalui penggunaan orientasi elektronik. Sejumlah pemberi kerja menempatkan informasi orientasi karyawan umum pada intranet atau situs Web perusahaan. Para karyawan baru dapat masuk ke dalam sistem dan mendapatkan banyak materi umum mengenai sejarah perusahaan, struktur, produk dan jasa, pernyataan misi, dan informasi latar belakang lainnya, dan tidak harus duduk di ruang kelas dimana informasi tersebut disampaikan secara pribadi atau dengan video. Kemudian, pertanyaan dan soal yang lebih spesifik dapat ditangani oleh staf SDM dan lainnya setelah para karyawan meninjau informasi-informasi berbasis Web tersebut. Sayangnya banyak sesi orientasi karyawan baru dirasakan sebagai hal yang membosankan, tidak relevan, dan pemborosan waktu oleh karyawan, supervisor, dan manajer departemen mereka.
Orientasi karyawan baru yang efektif membutuhkan perencanaan dan persiapan. Sayangnya orientasi seringkali dilakukan secara serampangan,. Untuk membuat orientasi lebih efektif, saran-saran berikut mungkin dapat berguna:
a)    Persiapkan untuk karyawan-karyawan baru: karyawan baru harus merasa bahwa mereka merupakan bagian dari dan penting untuk organisasi. Supervisor dan unit SDM harus siap untuk memberikan persepsi ini kepada setiap karyawan baru. Lebih jauh, para rekan kerja harus siap untuk menerima kehadiran seorang karyawan baru. Manajer dan supervisor harus mendiskusikan tujuan dari perekrutan pekerja baru tersebut dengan semua karyawan yang ada sebtlum kehadiran pekerja baru.
b)    Pertimbangkan penggunaan pembimbing “teman baik”: beberapa organisasi menggunakan rekan kerja untuk berperan sebagai teman baik atau pembimbing sebagai bagian dari orientasi karyawan baru. Khususnya berguna untuk melibatkan individu-individu yang lebih berpengalaman dan berkinerja lebih tinggi yang dapat berperan sebagai teladan untuk karyawan baru.
c)    Gunakan sebuah daftar periksa (checklist) orientasi: sebuah daftar periksa orientasi dapat digunakan oleh staf departemen SDM, supervisor karyawan baru, atau keduanya untuk menyediakan informasi yang perlu diketahui oleh karyawan baru. Banyak pemberi kerja mengharuskan para karyawan baru menandatangani daftar periksa tersebut untuk menyatakan bahwa mereka telah diberitahu mengenai aturan dan prosedur yang bersangkutan.
d)    Sediakan informasi yuang dibutuhkan: adalah penting untuk memberi informasi kepada karyawan mengenai kebijakan, aturan kerja, dan tunjangan dari perusahaan. Kebijakan-kebijakan mengenai cuti sakit, keterlambatan, ketidakhadiran, liburan, tunjangan, hal-hal mengenai rumah sakit, parkir dan aturan-aturan keselamatan harus diketahui oleh setiap karyawan baru. Supervisor atau manajer karyawan juga harus mendeskripsikan rutinitas dari hari kerja normal untuk karyawan pada pagi pertama.
e)    Sampaikan informasi orientasi secara efektif: Para manajer dan staf SDM harus menentukan cara yang paling sesuai untuk menyampaikan informasi orientasi.para karyawan akan mengingat lebih banyak informasi orientasi tersebut jika disampaikan dalam cara yang mendorong untuk belajar. Disamping video, film, slide, dan grafik-grafik, orientasi yang dilakukan sendiri yang disediakan dalam bentuk elektronik dapat juga digunakan.
f)    Hindari terlalu banyak informasi: satu kesalahan umum dari program orientasi adalah terlalu banyak informasi. Para pekerja baru yang diberi terlalu banyak melewatkan detail-detail penting atau tidak dapat mengingat dengan jelas sebagian besar informasi tersebut.
g)    Evaluasi dan tindak lanjut: seorang staf atau manajer SDM dapat mengevaluasi efektivitas dari orientasi dengan melakukan wawancara tindak lanjut kepada para karyawan baru beberapa minggu atau bulan setelah orientasi. Kuesioner karyawan juga dapat digunakan. Sayangnya, tampaknya sebagian besar pemberi kerja hanya melakukan evaluasi yang terbatas mengenai efektivitas orientasi atau bahkan tidak sama sekali.
Apabila proses orientasi tidak berlangsung seperti yang diharapkan, dapat menimbulkan perasaan cemas yang dapat mengakibatkan semakin meningginya pengunduran personalia baru. Sebaliknya apabila proses orientasi berlangsung dengan baik, personalia baru akan merasa bahwa dirinya adalah bagian dari organisasi, merasa diterima, sehingga dapat memotivasi personalia baru lainnya untuk beradaptasi.
2.    KELEMAHAN ORIENTASI
Kelemahan umum dari program orientasi adalah pada level supervisor. Walaupun bagian kepegawaian telah merancang program orientasi secara efeketif dan juga melatih para supervisor tentang cara bagaimana melakukan orientasi pada bidangnya, namun seringkali mengalami kegagalan.
Untuk dapat menghindarkan kesalahan umum yang dilakukan oleh para supervisor, sebaiknya bagian kepegawaian menyediakan satu pedoman yang berisikan tentang apa-apa yang seharusnya dilakukan oleh supervisor dalam program orientasi tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan adalah buddy system. Yaitu dengan menetapkan satu orang pekerja yang telah berpengalaman dan meminta kepadanya mengajak pegawai baru tersebut.

HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN DAN HAL-HAL YANG DIHINDARI DALAM ORIENTASI
Hal yang perlu diperhatikan dalam proses orientasi menurut Simamora (2001 :340) yaitu:
1.    Orientasi haruslah bermula dengan jenis informasi yang relevan dan segera untuk dilanjutkan dengan kebijakan-kebijakan yang lebih umum tentang organisasi. Orientasi haruslah berlangsung dalam kecepatan yang membuat karyawan baru tetap merasa nyaman.
2.    Bagian paling signifikan adalah sisi manusianya, memberikan pengetahuan kepada karyawan baru tentang seperti apa para penyelia dan rekan kerjanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai standar kerja yang efektif, dan mendorong mereka mencari bantuan dan saran ketika dibutuhkan
3.    Karyawan-karyawan baru sepatutnya didorong dan diarahkan dalam lingkungannya oleh karyawan atau penyelia yang berpengalaman sehingga dapat menjawab semua pertanyaan dan dapat segera dihubungi selama periode induksi
4.    Karyawan baru hendaknya secara perlahan diperkenalkan dengan rekan kerja mereka
5.    Karyawan baru hendaknya diberikan waktu yang cukup untuk mandiri sebelum tuntutan pekerjaan mereka meningkat
Hal-hal yang perlu dihindari dalam orientasi antara lain:
1.    Penekanan pada kertas kerja
Karyawan baru biasanya hanya diberikan sambutan sepintas lalu mengisis formulir yang dibutuhkan oleh HRD kemudian diserahkan langsung kepada penyelia, hal ini dapat mengakibatkan mereka tidak sebagai bagian dari perusahaan
2.    Tinjauan yang kurang lengkap mengenai dasar-dasar pekerjaan
Suatu orientasi yang cepat dan dangkal dan langsung ditempatkan pada pekerjaan. Hal ini dapat menyebabkan stres.
3.    Tugas pertama karyawan baru yang tidak signifikan
Yaitu pekerjaan yang sanagt mendasar dan sangat mudah, hal ini dapat mengakibatkan pegawai baru merasa bukan bagian yang penting dalam organisasi.
4.    Memberikan informasi yang terlalu cepat
Proses orientasi yang terlalu banyak dan penyampaian yang terlalu cepat dapat mengakibatkan karyawan baru mati lemas.
Menurut Simamora (2001:336) terdapat tiga permasalahan khusus yang dihadapi oleh karyawan baru :
1)    Masalah-masalah dalam memasuki suatu kelompok.
Di dalam suatu perusahaan atau organisasi, disadari atau tidak terdapat pengelompokan-pengelompokan tertentu yang muncul karena berbagai sebab. Salah satu penyebbnya adalag kondisi perusahaan yang terdiri dai unit-unit kerja baik secara vertikal maupun horizontal. Hal di atas akan menimbulkan beberapa pertanyaan di benak para pegawai baru. Yaitu mengenai apakah dirinya diterima dan disukai di dalam kelompok, apakah ia merasa aman yaitu terbebas dari gangguan fisik dan psikologis. Apabila permasalahan diatas tidak diselesaikan secepat mungkin dapat memungkinkan terjadinya pemberhentian awal.
2)    Harapan yang naif
Sebagian besar karyawan baru mempunyai harapan yang terlalu tinggi kepada perusahaan.Apabila harapan itu tidak menjadi kenyataan dapat menimbulkan kurangnya motivasi dalam bekerja. Untuk itulah dalam proses orientasi perlu dijelaskan kapada mereka kenyataan yang terjadi di dalam perusahaan.
3)    Lingkungan pekerjaan yang pertama
Akan timbul pikiran di benak karyawan baru mengenai apakah lingkungan kerja yang baru mendukung atau akan menghambatnya, dapatkah rekan-rekan di lingkungan kerja membantunya bersosialisasi. Untuk membantu karyawan mendapat kesan yang positif diperlukan proses orientasi yang mendukung.

TAHAP ORIENTASI
A.    BEBERAPA TAHAP ORIENTASI YANG PENTING DILAKUKAN
1.    Perkenalan
Memperkenalkan pegawai baru, mulai dari unit kerjanya sendiri sampai unit kerja besarnya dan sampai unit-unit kerja terkait lainnya, akan memberikan ketenangan dan kenyamanan si pegawai, karena dia merasa diterima di lingkungannya dan hal tersebut akan mempermudah dia untuk bertanya jika ada hal-hal yang kurang jelas, bahkan dapat membina kerja sama dengan yang lain dalam rangka menjalankan tugasnya.
2.    Penjelasan Tujuan Perusahaan
Dengan menjelaskan profil perusahaan secara lengkap seperti visi, misi, nilai-nilai, budaya perusahaan dan struktur organisasi, akan membuat pegawai baru lebih mengenal perusahaan tersebut, sehingga akan membangkitkan motivasi dan kemampuan dia untuk mendukung tujuan perusahaan.

3.    Sosialisasi Kebijakan
Perlu adanya sosialisasi tentang kebijakan perusahaan yang berlaku, mulai dari kebijakan baik yang terkait dengan Sumber Daya Manusia seperti Reward, Career, Training, Hubungan Kepegawaian, Penilaian Pegawai, sampai Termination, juga yang terkait dengan unit kerja tempat dia bekerja, demikian juga tentang kode etik dan peraturan perusahaan. Dengan demikian akan memperjelas hal-hal yang perlu ditaati dan dijalankan dalam memperlancar tugas kerjanya.
4.    Jalur Komunikasi
Membuka jalur komunikasi akan mempermudah pegawai baru menyampaikan aspirasinya maupun pertanyaan-pertanyaannya. Untuk itu perlu dibukanya ruang komunikasi bagi pegawai baru, baik melalui komunikasi rutin melalui tatap muka seperti meeting rutin, friday session dll, juga dibukanya jalur media komunikasi seperti email maupun telephone.
5.    Proses Monitoring
Tentunya pada awal bekerja, si pegawai baru sudah disosialisasikan target kerja yang harus dicapai. Perlu adanya monitor rutin akan hasil kerjanya, sehingga akan membantu pegawai tersebut lebih lagi meningkatkan kinerjanya. Jika ada kekurangan, maka dapat disampaikan hal-hal yang perlu dia lakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Demikian juga jika ternyata pegawai tersebut berhasil mencapai target yang lebih, maka dapat ditingkatkan lagi target kerjanya.
Dengan adanya orientasi pegawai baru tersebut diharapkan dapat membantu pegawai dapat bekerja dengan baik, yang dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

B.    BAHAN ORIENTASI KARYAWAN BARU
Training untuk pengenalan profil Perusahaan
a.    Sejarah Perusahaan
b.    Norma & tradisi Perusahaan
c.    Kebijakan perusahaan
d.    Deskripsi produk dan jasa yang dihasilkan
e.    Struktur, Otoritas & Tanggung Jawab
f.    Standar Operation Procedure perusahaan dan bagian tertentu yang relevan
g.    Iklim kerja termasuk hubungan dengan sesama karyawan & atasan
Peraturan Perusahaan dan hal-hal penting lainnya:
a.    Disiplin & tata tertib
b.    Prosedur penggajian
c.    Transportasi dari dan ke perusahaan
d.    Jam masuk & pulang kantor
Pengurusan hak-hak dan fasilitas karyawan yang mesti diberikan
a.    Gaji
b.    Pakaian seragam kerja
c.    Tempat & ruang kerja dan peralatannya
d.    Pemeliharaan Kesehatan
e.    Fasilitas jabatan
C.    KEBUTUHAN DALAM ORIENTASI
Program orientasi diselenggarakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan guna menghadapi masalah-masalah tersebut agar dapat terhindarkan. Adapun tiga kebutuhan tersebut adalah
1.    Program orientasi harus mampu membantu pekerja baru untuk mengetahui dan memahami standar pekerjaan, harapan perusahaan pada dirinya, norma-norma dan tradisi yang dihormati dan berlaku di perusahaan dan kebijaksanaan perusahaan.
2.    Program orientasi harus mampu membantu pekerja baru untuk memahami dan bersedia melaksanakan perilaku sosial yang mewarnai kehidupan organisasi sehari-hari.
3.    Program orientasi harus mampu membantu pekerja baru untuk mengetahui dan memahami berbagaia aspek teknis pekerjaan agar mampu melaksanakan tugasnya secara efektif, efisien dan produktif.
Program orientasi pada dasarnya bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kendala-kendala yang dapat menghambat usaha mendayagunakan kemampuan tenaga kerja baru secara optimal dalam memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan. Sehubungan dengan itu, program orientasi dapat dilakukan dalam tiga bentuk / tingkat penyelenggaraan.
1.    Orientasi Umum (dilakukan oleh HRD)
2.    Orientasi Khusus (dilakukan oleh penyelia / manager)
3.    Orientasi Lanjutan (dilakukan oleh HRD dan penyelia)


KESIMPULAN :

Penempatan merupakan penugasan kembali dari seorang karyawan pada sebuah pekerjaan baru. Kebutuhan penempatan karyawan (manajemen dan non-manajemen) dipenuhi melalui dua cara, yaitu menyewa dari pihak  luar perusahaan (rekrutmen eksternal) dan penugasan kembali karyawan yang ada atau disebut sebagai penempatan dari dalam (rekrutmen internal). Tiga hal pokok keputusan penempatan karyawan baru adalah antara lain dalam rangka promosi, pengalihan, dan penurunan pangkat. Tiap keputusan seharusnya dilekatkan dengan orientasi dan tindak lanjut apakah penempatan disebabkan oleh penurunan jumlah karyawan, penggabungan (merger), akuisisi, atau perubahan internal dari kebutuhan penempatan staf. Tujuan penempatan pegawai adalah untuk menempatkan orang yang tepat dan jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga sumber daya manusia yang ada menjadi produktif. Hal ini sesuai dengan pendapat Memoria (1986), penempatan pegawai mengandung arti pemberian tugas tertentu kepada pekerja agar ia mempunyai kedudukan yang paling baik dan paling sesuai dengan didasarkan pada rekruitmen, kualifikasi pegawai dan kebutuhan pribadi.

Program orientasi karyawan baru adalah  program  yang bertujuan  memperkenalkan  tentang  kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan kerja di sekitar tempat kerja.
Program Orientasi Karyawan Baru bertujuan untuk :
a.    Menyiapkan mental bagi karyawan baru dalam menghadapi peralihan suasana dari lingkungan pendidikan ke dunia kerja yang nyata
b.    Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok yang baru
c.    Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baru
Manfaat orientasi :
a.    Mengurangi perasaan diasingkan, kecemasan, dan kebimbangan pegawai.
b.    Dalam waktu yang singkat dapat merasa menjadi bagian dari organisasi.
c.    Hasil lain untuk pegawai yang baru diorientasikan adalah :
a)    Cukup baik
b)    Tingkat ketergantungannya kecil
c)    Kecenderungan untuk keluar juga kecil
d)    Selanjutnya, program orientasi juga akan mempercepat proses sosialisasi

CONTOH PROGRAM ORIENTASI HRD

Pengembangan Organisasi melalui Program Orientasi

Program orientasi karyawan baru bias di redesain sebagai intervensi pengembangan organisasi. Bisa untuk pembentukan budaya organisasi, untuk organisasi pembelajaran, untuk membangun budaya coaching dan lainnya.
Kebanyakan program orientasi itu, pihak perusahaan memberikan materi kepada karyawan baru. Alias materi satu arah dari perusahaan ke karyawan baru. Harapannya, karyawan baru tahu dan bisa menyesuaikan dengan keadaan perusahaan. Karyawan baru sebagai pisah yang pasif dalam program itu. Tapi dalam banyak riset, mendengarkan lebih dari 20 menit itu sudah tidak efektif. Materi yang diserap hanya sampai 30% dari yang disampaikan.

Pertama,mendesain sebuah aktivitas yang disebut sebagai the great story. Dalam aktivitas ini, karyawan baru diberi panduan yang berisi 3-4 pertanyaan untuk setiap sesi. Karyawan baru diminta untuk membuat janji makan siang dengan karyawan senior baik didepartemen sendiri maupun departemen lain. Selama makan siang ini, karyawan baru ngobrol melalui pengajuan pertanyaan yang ada dalam panduan.
Pertanyaan yang diberikan adalah pertanyaan appreciative inquiry yang  disusun untuk menggali pengalaman terbaik karyawan senior terkait dengan sebuah nilai budaya. Sehingga, makan siang menjadi proses dialog mengenai pengalaman terbaik tentang nilai-nilai budaya yang ingin dilestarikan. Karyawan senior akan mengingat berbagai pengalaman, memilih yang terbaik dan menceritakan dengan penuh rasa bangga . Karyawan baru bertanya dan mendengarkan kisah-kisah yang menakjubkan tentang perusahaan yang baru mereka masuki.
Pada titik itu, karyawan baru dan karyawan senior terlibat dalam proses emosional yang positif. Relasi yang terbangun tidak hanya relasi kerja, tetapi juga relasi personal yang positif pula. Program orientasi karyawan tidak hanya mengintervensi karyawan baru, tetapi juga mengintervensi karyawan senior. Mereka berkolaborasi membangun citra positif perusahaan.
Kedua, selanjutnya karyawan baru akan dilibatkan dalam the great workplace. Dalam aktivitas ini, karyawan baru fokus pada proses bisnis dalam depatermen mereka. Karyawan baru melakukan wawancara dengan beberapa orang untuk menyusun alur kerja yang dilakukan dalam departemen mereka. Setelah itu, mereka akan menyampaikan hasil itu kepada atasan langsung mereka. Sehingga, atasan langsung bisa mengkonfirmasi pemahaman karyawan baru sekaligus mendapatkan masukan proses bisnis yang terjadi di unit kerjanya. Karyawan baru paham pekerjaan, atasan langsung dapat umpan balik.

Kamis, 14 Juni 2012


“AKU TAHU & AKU PEDULI”

AMANKAH ANDA DARI HIV&AIDS???

Inveksi HIV tidak mempunyai gejala yang spesifik .Jika ingin mengetahui dengan pasti apakah terinveksi HIV atau tidak,maka satu-satunya cara adalah dengan melakukan tes HIV.Tes HIV diawali dan diakhiri dengan konseling.Prosedur ini disebut Voluntary Counseling & Testing (VCT) . Jumlah kasus baru HIV&AIDS hanya akan menurun jika mayoritas infeksi HIV terdeteksi dan mayoritas orang yang terinfeksi paruh menjalani  pengobatan yang disebut Antiretroviral Therapy(ART).

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak.[5] Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.
Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).
  • Penyebab :
AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.
Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi.Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup.
  • Penularan Seksual
Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau membran mukosa mulut pasangannya. Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks oral. Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks oral reseptif maupun insertif. Kekerasan seksual secara umum meningkatkan risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.
Penyakit menular seksual meningkatkan risiko penularan HIV karena dapat menyebabkan gangguan pertahanan jaringan epitel normal akibat adanya borok alat kelamin, dan juga karena adanya penumpukan sel yang terinfeksi HIV (limfosit dan makrofaga) pada semen dan sekresi vaginal. Penelitian epidemiologis dari Afrika Sub-Sahara, Eropa, dan Amerika Utara menunjukkan bahwa terdapat sekitar empat kali lebih besar risiko terinfeksi AIDS akibat adanya borok alat kelamin seperti yang disebabkan oleh sifilis dan/atau chancroid. Resiko tersebut juga meningkat secara nyata, walaupun lebih kecil, oleh adanya penyakit menular seksual seperti kencing nanah, infeksi chlamydia, dan trikomoniasis yang menyebabkan pengumpulan lokal limfosit dan makrofaga.
Transmisi HIV bergantung pada tingkat kemudahan penularan dari pengidap dan kerentanan pasangan seksual yang belum terinfeksi. Kemudahan penularan bervariasi pada berbagai tahap penyakit ini dan tidak konstan antarorang. Beban virus plasma yang tidak dapat dideteksi tidak selalu berarti bahwa beban virus kecil pada air mani atau sekresi alat kelamin. Setiap 10 kali penambahan jumlah RNA HIV plasma darah sebanding dengan 81% peningkatan laju transmisi HIV. Wanita lebih rentan terhadap infeksi HIV-1 karena perubahan hormon, ekologi serta fisiologi mikroba vaginal, dan kerentanan yang lebih besar terhadap penyakit seksual.[38][39] Orang yang terinfeksi dengan HIV masih dapat terinfeksi jenis virus lain yang lebih mematikan.
  • Diagnosis
Sejak tanggal 5 Juni 1981, banyak definisi yang muncul untuk pengawasan epidemiologi AIDS, seperti definisi Bangui dan definisi World Health Organization tentang AIDS tahun 1994. Namun demikian, kedua sistem tersebut sebenarnya ditujukan untuk pemantauan epidemi dan bukan untuk penentuan tahapan klinis pasien, karena definisi yang digunakan tidak sensitif ataupun spesifik. Di negara-negara berkembang, sistem World Health Organization untuk infeksi HIV digunakan dengan memakai data klinis dan laboratorium; sementara di negara-negara maju digunakan sistem klasifikasi Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat
  • Pencegahan
Pusat pengendalian penyakit (Center for Disease Control/CDC) mengungkapkan ada beberapa gejala yang menunjukkan stadium lanjut dari HIV yaitu:
1. Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa adanya alasan
2. Batuk kering
3. Demam berulang atau berkeringat saat malam hari
4. Kelelahan
5. Diare yang lebih dari seminggu
6. Kehilangan memori
7. Depresi dan juga gangguan saraf lainnya.

Tiga jalur utama (rute) masuknya virus HIV ke dalam tubuh ialah melalui hubungan seksual, persentuhan (paparan) dengan cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi, serta dari ibu ke janin atau bayi selama periode sekitar kelahiran (periode perinatal). Walaupun HIV dapat ditemukan pada air liur, air mata dan urin orang yang terinfeksi, namun tidak terdapat catatan kasus infeksi dikarenakan cairan-cairan tersebut, dengan demikian risiko infeksinya secara umum dapat diabaikan

Mencegah HIV/AIDS
Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat, yaitu mengkonsumsi makanan sehat, berolah raga, dan melakukan pergaulan yang sehat. Beberapa tindakan untuk menghindari dari HIV/AIDS antara lain: 
  • Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual.
  • Pergunakan selalu kondom, terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi.
  • Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil, karena bisa memindahkan virusnya kepada janin yang dikandungnya. Akan bila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter.
  • Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah.
  • Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti; akupunktur, jarum tatto, jarum tindik, hendaknya hanya sekali pakai dan harus terjamin sterilitasnya.
  • Jauhi narkoba, karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV.